Gaya Kepemimpinan Para Tokoh Dunia

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter 

Kim Jong-Un


time.com


Seperti yang kita tahu, Kim Jong-un merupakan sosok pemimpin yang sarat akan kediktatoran dan menerapkan sistem negara sentralistik. Korea Utara merupakan suatu negara yang dipimpin dengan menerapkan sistem keturunan dalam memilih pemimpin. Dinasti itu dimulai dari kakek Kim Jong-un yaitu Kim Il Sung.

Perang antara Korea Utara dan Korea Selatan yang ditimbulkan akibat perang dingin menyebabkan kedua negara terus bersaing demi dapat menguasai satu sama lain. Kim Il Sung terus bersaing dengan Korea Selatan dengan perbedaan ideologi.

Pada 1994, Kim Il Sung meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya yaitu Kim Jong Il. Kim Jong Il terus menekan Korea Selatan dan akhirnya konflik tersebut berujung damai. Pada 2011 Kim Jong Il meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya yaitu Kim Jong-un sampai saat ini.

Dibalik kediktatorannya, Kim Jong-un memiliki gaya kepemimpinan Authoritarian. Menurut Lewin, Lippit, dan White Authoritarian leadership style adalah pemimpin selalu mengontrol dan mengawasi setiap tindakan yang dilakukan oleh bawahannya.

Kim Jong-un adalah pemimpin yang otoriter dan seringkali menghukum bawahannya dengan tembak mati ketika pekerjaan yang dilakukan tidak becus. Kim Jong-un tidak begitu besar dalam melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan dan hanya memfokuskan bawahan menyelesaikan tugasnya. Kim Jong-un juga merupakan sosok pemimpin dengan tipe the technocrat.

Menurut Patricia Pitcher, tipe ini adalah pemimpin yang menjadi otak dari jalannya pemerintahan. Pemimpin the technocrat juga cenderung tegas dan keras kepala kepada bawahannya.

Setiap pemimpin memiliki Power dan Influence untuk memimpin dan mengatur bawahannya. Menurut Gary Yukl, power terbagi atas legitimate power, reward power, coersive power, information power, dan ecological power.

Kim Jong-un adalah pemimpin yang memiliki legitimate power yang sangat besar karena dia adalah pemimpin Korea Utara yang dipilih berdasarkan keturunannya. Posisi jabatan tinggi di Korea Utara juga dipegang oleh keluarganya.

Dengan itu, Kim Jong-un juga memiliki coersive power atas kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan itu membuat dia dapat menghukum bawahannya yang berbuat kesalahan.

Korea Utara adalah negara dengan akses informasi yang tertutup. Kim Jong-un memiliki information power dimana dia dapat mengontrol informasi yang masuk kepada masyarakat Korea Utara.

Kim Jong-un dapat mendokrinasi masyarakat dengan memberikan informasi yang menguntungkan bagi Korea Utara. Hal tersebut menyebabkan kekuasaan dan pengaruh yang dimilikinya akan kuat dan minim penentang.

Dengan gaya kepemimpinan yang digunakan Kim Jong-un, saat ini Korea Utara merupakan salah satu negara yang ditakuti dunia karena memiliki kekuatan militer yang sangat kuat.

Komando penuh jalannya pemerintahan dari pusat membuat Korea Utara minim pemberontakan internal. Power dan Influence yang dimiliki Kim Jong-un mendukung kepemimpinannya terus berjalan dan disegani oleh negara lain.


2. Gaya Kepemimpinan Demokrasi


John Fitzgerald Kennedy


abc.es


John Fitzgerald Kennedy (lahir di Brookline, Massachusetts, 29 Mei 1917 – meninggal di Dallas, Texas, Amerika Serikat, 22 November 1963 pada umur 46 tahun), sering disebut John F. Kennedy, Kennedy, John Kennedy, Jack Kennedy, atau JFK adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-35. Pada 1960, ia menjadi president Amerika Serikat kedua yang termuda setelah Theodore Roosevelt . Kennedy menjadi presiden setelah dilantik pada 20 Januari 1961. Jabatan kepresidennya terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada 1963. Ia tewas oleh terjangan peluru saat melakukan kunjungan ke Dallas (Texas) pada 22 November 1963.

Presiden John F. Kennedy adalah pemimpin demokratis yang terkenal. Seseorang tidak salah ketika mengatakan Presiden Kennedy adalah seorang Demokrat dan tentunya ia akan dikenang sebagai seorang pemimpin besar. Ia adalah salah satu pemimpin demokratis yang terkenal. Selain seorang pemimpin yang demokratis, John F.Kenedy juga pemimpin paling karismatik di Amerika Serikat. John F. Kennedy berasal dari keluarga yang kuat, dan diberkati dengan penampilan yang baik di samping kharisma pribadinya.

Kepemimpinan JFK memang terlihat sejak Perang Dunia ke 2 sebagai seorang Letnan memimpin sebuah kapal torpedo (Torpedo Patrol Boat) PT 109 di Samudera Pacific yang saat itu diserang oleh tentara Jepang dan kapalnya tenggelam. John yang terluka parah pada bagian punggungnya masih mampu memotivasi anak buahnya untuk menyelamatkan dirinya bahkan meminta bantuan. Tindakan kepahlawanannya membawanya mendapatkan penghargaan dari Angkatan Laut dan Marinir AS.

Presiden yang hanya memimpin AS dalam 1036 hari ini mempunyai banyak legacy (warisan) dari pemerintahan singkatnya antara lain rencana pendaratan astronot di bulan, penegakan hak-hak kaum sipil, peredaan ketegangan dan konfrontasi di Teluk Babi dengan Uni Soviet pada era perang dingin dan lainnya.


3. Gaya Kepemimpinan Liberal 


George Herbert Walker Bush

thoughtco.com


George Herbert Walker Bush (lahir 12 Juni 1924) adalah seorang politikus Amerika yang menjabat sebagai Presiden ke-41 Amerika Serikat (1989-1993). Dia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-43 Amerika Serikat (1981-1989), seorang anggota Kongres, duta besar, dan Direktur Central Intelligence.

Bush lahir di Milton, Massachusetts, untuk Senator Prescott Bush dan Dorothy Walker Bush. Menyusul serangan terhadap Pearl Harbor pada tahun 1941, pada usia 18, Bush ditunda untuk kuliah dan menjadi yang termuda penerbang di Angkatan Laut AS pada saat itu. Ia menjabat sampai akhir perang, kemudian dihadiri Yale University. Lulus pada 1948, ia pindah keluarganya ke Texas Barat dan memasuki bisnis minyak, menjadi jutawan pada usia 40.
Ia menjadi terlibat dalam politik segera setelah mendirikan perusahaan minyak sendiri, dan melayani sebagai anggota DPR. Dia berlari gagal sebagai presiden Amerika Serikat pada 1980 , tetapi dipilih oleh calon partai Ronald Reagan menjadi calon wakil presiden, dan mereka berdua kemudian terpilih. Selama masa jabatannya, Bush dipimpin pasukan administrasi tugas pada deregulasi dan penyalahgunaan narkoba pertempuran.

Pada tahun 1988, Bush meluncurkan kampanye sukses untuk berhasil Reagan sebagai presiden, mengalahkan Demokrat lawan Michael Dukakis. Kebijakan luar negeri kepresidenan Bush mengemudikan operasi militer dilakukan di Panama dan Teluk Persia pada masa perubahan dunia; di Tembok Berlin runtuh tahun 1989 danUni Soviet dibubarkan dua tahun kemudian. Di dalam negeri, Bush mengingkari janji kampanye 1988dan setelah perjuangan dengan Kongres, menandatangani kenaikan pajak bahwa Kongres telah berlalu. Dalam bangun dari keprihatinan ekonomi, ia kehilangan pemilihan presiden tahun 1992 untuk Partai DemokratBill Clinton .

Salah satu kesalahpahaman merusak sebagian besar waktu kami adalah bahwa pemerintahan Bush mewakili sebuah era kapitalisme pasar bebas. Dengan salah menyalahkan krisis keuangan dan kesengsaraan ekonomi yang terkait dengan dugaan Bush pada pengabdian untuklaissez-faire, banyak di pers mainstream, akademisi dan kehidupan politik misdiagnosing masalah dan solusi yang salah resep: Pemerintah Lebih, yang akan pada kenyataannya hanya membuat hal-hal buruk. 

Pemerintah besar Partai Republik seperti Bush telah melakukan lebih dari bagian mereka untuk mendorong kebingungan. Dengan mencap diri mereka sebagai teman-teman dari pasar bebas, elang anggaran, pajak pemotong, deregulators dan juara pemerintahan konstitusional yang terbatas, sambil mendorong agenda sebaliknya, mereka telah membantu menciptakan kesan bahwa bencana yang dihasilkan dari campur tangan intervensionis mereka adalah konsekuensi dari bebas perusahaan.


4. Gaya Kepemimpinan Transaksional


Hary Tanoesoedibjo

market.bisnis.com


Pengusaha kelahiran Surabaya, 26 September 1965 ini duduk sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem. Keterlibatan Hary Tanoe sendiri didalam partai Nasdem secara nyata pada tanggal 26 Juli 2011saat deklarasi partai tersebut di Mercure Hotel,Ancol. Namun sepertinya kepemimpinan Hary Tanoe di Partai Nasdem lebih bercorak transaksional. J.M Burns mengatakan bahwa salah satu gaya kepemimpinan transaksional adalah Kepemimpinan Partai. Pertama, Hary Tanoe adalah Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem. Meskipun tidak menjadi Ketua Umum Partai Nasdem, Hary Tanoe dapat memberikan pengaruhnya lewat tugasnya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat.

Kedua, bisa dilihat dari Kepemimpian Hary Tanoe di Partai Nasdem pun transaksional. Sebagai media owner Hary Tanoe, memanfaat seluruh media dan karyawannya untuk membantu Partai Nasdem.

Sebagai pendiri MNC Group, beliau berhasil membuat MCOM dan MNC menjadi perusahaan media terdepan di Indonesia, beliau juga secara langsung mengembangkan dan mengawasi strategi perusahaan holding dan semua anak perusahaan. Beliau memegang gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Kanada (1988) dan Master of Business Administration dari Ottawa University, Kanada (1989). Selain aktif menjadi pembicara di berbagai acara media di tingkat nasional dan internasional, beliau mengajar di program pasca sarjana di beberapa universitas di bidang corporate finance, investasi dan strategi manajemen.

Menggambarkan kebutuhan antara Hary Tanoe dengan Partai Nasdem. Partai Nasdem membutuhkan anggota untuk mendukungnya sedangkan Hary Tanoe membutuhkan pekerja untuk perusahaannya. Dengan begitu anggota Partai Nasdem memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja diperusahaan yang ditangani oleh Hary Tanoe dibandingkan dengan orang yang tidak menjadi anggota Partai Nasdem. Ini menandakan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan menjadi prioritas nomor dua.

Selain itu hubungan Hary Tanoe dan Partai Nasdem juga dapat dilihat bargaining politik yang dilakukannya dengan cara melakukan pertukaran antara kepentingan bisnis dan kepentingan politik. Sebagai pengusaha media tentunya Hary Tanoe mempunyai kepentingan bisnis yaitu untuk mempertahankan, mengamankan dan melebarkan usaha medianya. Sementara Partai Nasdem mempunyai kepentingan politik untuk menjadi partai pemenang pemilu 2014. Kepentingan Partai Nasdem seperti yang disampaikan oleh Armyn Gultom, “Menang kita, kita pasti menang. Jangka pendeknya kan lolos verifikasi KPU, jangka panjangnya menang pemilu 2014. Kalo sudah menang pemilu baru bisa melakukan perubahan”.

Kepentingan bisnis Hary Tanoe juga terlihat dari kekhawatirannya terhadap capres pemilu 2014. Ini menegaskan bahwa kepentingan Hary Tanoe adalah untuk kepentingan bisnisnya semata. Keadaan bisnisnya yang telah “nyaman” ini, jangan sampai diganggu oleh para pesaingnya. Ini tentunya terkait dengan pencalonan presiden 2014. Hary Tanoe mengharapkan agar yang menjadi presiden di 2014, bersifat adil dalam membuat peraturan bisnis atau persaingan usaha. Ini menyebabkan Partai Nasdem menjadi sangat penting. Pemilu presiden 2014, hanya di ikuti oleh calon presiden dan wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik. Sepertinya yang tertera pada UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 6A ayat 2 yang berbunyi “Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilu”.

Dugaan motif ini muncul setelah adanya data LSI tentang mencari calon presiden 2014. Mega Wati mungkin mengungguli calon lain seperti Prabowo dan Aburizal jika diadakan pemilihan presiden yaitu Febuari 2012 serakang. Lalu melenggang ke puturan kedua bersama Prabowo. Namun bisa saja pada putaran kedua ini Prabowo berkemungkinan memenangkannya. Sayangnya pemilihan umum presiden masih dua tahun lagi. Trend pemilih yang memilih Prabowo dan Aburizal pun mulai meningkat.

Keberadaan Hary Tanoe sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem tentunya sangat menguntungkan partai tersebut. Pertama, dampak kepemimpinan Hary Tanoe tentunya menjadi salah sumber pendanaan partai. Sumber pendanaan yang diberikan tidaklah selalu berupa uang, lewat perusahaan media yang dipimpinnya. Dengan cara mengiklankan iklan politik Partai Nasdem. Bagaimana bisa partai baru mampu mendanai iklan partai politik yang hampir mencapai 200 slot per hari? Biaya pembuatan/produksi iklan politik tidaklah murah itu belum lagi harga pemasangan iklan partai politik pada jam-jam tertentu dengan harga yang berbeda-beda pula. Kehadiran Hary Tanoe sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem tentunya sangat membantu partai tersebut dalam hal pengenalan dan promosi partai tersebut terhadap masyarakat.


5. Gaya Kepemimpinan Transformasional


Bill Gates

idntimes.com


Gaya kepemimpinan Bill Gates sering kali digambarkan sebagai transformasional dan banyak dijadikan contoh kepemimpinan oleh banyak orang.
Bill Gates merupakan pendiri perusahaan Microsoft yang hingga saat ini masih menjadi sebuah perusahaan yang terbesar di dunia. Artikel ini akan sedikit membahas tentang bagaimana dengan gaya kepemimpinannya, Bill Gates mampu membuat Microsoft menjadi sebuah perusahaan yang sangat disegani di dunia.

  • Berpikir ke depan
Bill Gates tidak terpaku pada apa yang terjadi saat ini. Ia selalu berpikir apa yang akan menjadi tren di masa depan. Seperti bagaimana ia menyadari pentingnya internet dan mengubah fokus pengembangan software Microsoft untuk internet.

  • Tetap Fokus
Sepanjang karirnya , Bill Gates hanya berfokus pada hal yang sangat ia kuasai yaitu software. Dia terus berusaha agar dapat menguasai pasar software. Dia sadar apabila ia beralih hal yang tidak ia kuasai, maka hal tersebut akan beresiko menghancurkan segalanya.

  • Berpikir Besar
Bill Gates adalah seseorang yang memiliki visi yang besar. Dia mengejar mimpinya dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi pada dirinya dan timnya. Hal ini membuat ia sukses pada berbagai hal yang dikerjakannya.

  • Hasrat
Bill Gates selalu melakukan pekerjaannya dengan semangat dan keseriusan. Dia juga selalu berinovasi, menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu sekecil apapun apabila penting baginya, maka ia akan mengorbankan waktu dan tenaga untuk hal tersebut. Hal inilah yang membuat Microsoft terus berinovasi memberikan yang terbaik untuk penggunanya.

  • Selalu Belajar
Mesikpun Bill Gates drop out dari sekolahnya, ia berhasil menjadi salah satu orang tersukses di dunia. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan yang kita dapat di sekolah sangatlah terbatas. Meskipun pendidikan formal adalah sesuatu yang penting, namun kita juga harus sadar bahwa pengetahuan tidaklah terbatas. Bill Gates selalu belajar untuk menemukan sesuatu yang baru sehingga ia dapat memberikan hal yang lebih baik meskipun dia telah berhasil mendominasi pasar software. 

  • Peduli Terhadap Sesama
Bill Gates merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Meskipun begitu ia tetap mau menyumbangkan sebagian hartanya untuk kemanusiaan. Dia menunjukkan keberhasilan bukanlah sesuatu yang sekedar untuk dibanggakan, namun juga bagaimana dengan keberhasilan kita dapat membantu sesame untuk menuju dunia yang lebih baik.

Gaya kepemimpinan Bill Gates juga menunjukkan bahwa dengan kepribadian yang baik kita dapat menjadi pemimpin yang berhasil.


6. Gaya Kepemimpinan Spiritual


Ayatollah Agung Ali al-Sistani

talos-iraq.com


Ayatollah Agung Ali al-Sistani bukan hanya pemimpin spiritual Syiah Irak, tetapi juga tokoh politik penting.

Ali al-Sistani lahir pada tahun 1931 di kota Masyhad di Iran, dan pindah ke Irak di tahun 1951, yang menjadi tempat tinggalnya selama 70 tahun terakhir. Dia adalah teolog yang sangat dihormati, yang pertama kali mengepalai Hawza (seminari religius) yang terkenal di Najaf, dan kemudian menjadi Ayatollah Agung, pejabat Syiah paling senior di negara itu. Selama 20 tahun terakhir, karena jabatan yang dia pegang, dia secara bertahap menjadi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Irak.

Keterlibatan Al-Sistani dalam panggung politik tidak dapat lagi dipungkiri. Namun menurutnya, ini bukanlah sesuatu yang ia inginkan, melainkan lebih cenderung karena tuntutan zaman. Sebelumnya, terutama hingga tahun 2003, ketika Amerika Serikat menginvasi Irak, dia tetap bersikap rendah hati. Muslim Syiah merupakan kelompok terbesar di Irak, dengan sekitar 60% populasi, tetapi di bawah Saddam Hussein yang menjadi penguasa Irak dari 1979 hingga 2003, kaum Syiah kerap mengalami represi dan persekusi.

Sosok Ayatollah Sistani sangatlah berpengaruh di Irak. Ia juga sering muncul di daftar Muslim Berpengaruh Dunia versi The Muslim 500. 

Pada profilnya, Sistani disebut sebagai pemimpin spiritual dari 21 juta penganut Syiah di Irak. Bidang keahliannya adalah fikih. 

Di dunia internasional, Sistani dipandang sebagai sosok berpengaruh bagi kelompok Usuli dari Dua Belas Imam Syiah. Di kalangan Usuli, Sistani merupakan salah satu marjaiyya yang paling dihormati.

Guru dari Sistani adalah Ayatollah Agung Abu Al-Qasim Al-Khoei. Setelah gurunya wafat di 1992, Sistani mewariskan gelar Ayatollah.

Sistani mendapatkan pajak keagamaan dari pengikutnya, kemudian mayoritas dana tersebut disalurkan ke Al-Khoei Foundation yang merupakan organisasi pengembangan Dua Belas Imam Syiah terbesar di dunia. Dananya digunakan untuk pendidikan dan kemanusiaan bagi Muslim di seluruh dunia.


7. Gaya Kepemimpinan Karismatik


Mark Zuckerberg

detik.com


Gaya kepemimpinan ini menuntut dan mengajak siapa pun yang terlibat di dalam perusahaan termasuk karyawan atau staf untuk memberikan ide-ide baru terhadap perkembangan teknologi yang sangat cepat, sehingga mampu menghasilkan daya saing dan inovasi yang berkelanjutan.

Media sosial Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg misalnya, selalu berinovasi dalam menerapkan berbagai macam fitur baru agar dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.

Dari hanya sebuah situs pertemanan, Facebook kini bisa bertransformasi menjadi salah satu alat untuk meraih keuntungan dalam menggerakkan sebuah bisnis.

Hasil yang diperoleh Facebook hingga kini tidak terlepas dari gaya kepemimpinan Mark yang menerapkan pentingnya kelompok karyawan, untuk meningkatkan daya saing saat berhadapan dengan gejolak teknologi yang berkembang cepat, sehingga mampu menciptakan peluang-peluang bisnis yang baru dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

Bahkan, gaya kepemimpinan seperti ini mampu memberikan inspirasi terhadap orang lain di luar perusahaan sehingga memicu terjadinya persaingan-persaingan dalam menciptakan sebuah inovasi dalam teknologi.

Tugas Individu III 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Dipotong Perusahaan Selama Pandemi, Karyawan KFC Meradang